Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 15 Oktober 2011

aldehid keton


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
             Aldehid dan keton sesungguhnya bukanlah hal yang asing bagi kita yang bergelut di dunia kefarmasian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan banyak menjumpai senyawa-senyawa dari golongan aldehid dan keton ini. Salah satu contoh pada formalin dari golongan aldehid yang biasa digunakan sebagai pengawet mayat,bahan industri, zat warna dan senyawa lain. Sementara senyawa-senyawa dari golongan keton dapat digunakan sebagai pelarut,untuk pembuatan minyak wangi dan lain-lain.
             Aldehid dan keton sangat perlu dipelajari khususnya dalam bidang farmasi. Selain itu aldehid dengan keton juga memiliki kemiripan dalam gugus fungsinya berdasarkan reaksi-reaksi kimia, sehingga sangat perlu dipelajari. Cara membedakan aldehid dengan keton yaitu bukan hanya melalui teori akan tetapi perlu dibuktikan dilaboratorium.
              Dengan demikian melalui praktikum ini, kita akan mencoba untuk lebih mengenal sifat-sifat dari golongan aldehid dan keton dengan menggunakan beberapa pereaksi.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana membedakan aldehid dan keton melalui beberapa reaksi-reaksi kimia?
C. Maksud Praktikum
Untuk membedakan antara aldehid dan keton berdasarkan reaksi-reaksi kimia.
D. Tujuan Praktikum
Mengetahui dan memahami identiikasi senyawa aldehid dan keton dengan menggunakan pereaksi – pereaksi kimia.
E. Manfaat Praktikum
Dapat mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada aldehid dan keton dengan pereaksi tertentu.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.     Teori Umum
Aldehid adalah persenyawaan dimana gugus karbonil diikat oleh satu gugus alkil/aril.
Rumus umum aldehid RCHO dan keton RCOR’. Aldehid dapat disintetis melalui oksidasi suatu alkohol primer, sedangkan keton dapat disintetis melalui oksidasi suatu alkohol sekunder. (Andi Aladin, 2010)
Nama IUPAC untuk aldehid diturunkan dari nama hidrokarbon yang sesuai, yang mempunyai rantai terpanjang dan mengandung gugus aldehida, dengan mengganti akhiran a menjadi al. Pemberian nomor 1 dimulai dari atom karbon gugus aldehida. (Usman, 1992)
Nama umum aldehida dikaitkan dengan nama umum asam karboksilat yang struktur dan jumlah atom karbonnya sesuai. Kedudukan substituen dinyatakan alfabet yunani (tidak dengan nomor) alfa (), beta (), gamma (), delta (), dan seterusnya. Huruf  dimulai dari atom korban-2, huruf  dan seterusnya, pada atom karbon selanjutnya. Kadang-kadang digunakan omega () huruf terakhir Yunani, untuk menandai atom karbon ujung akhir rantai. Tanpa memperdulikan rantai panjang sesungguhnya. (Usman, 1992)
Sifat-sifat dari aldehid :
a.         Alkanal suku rendah berbentuk gas, suku yang tinggi berbentuk cairan.
b.         Karena alkanal merupakan ikatan rangkap, maka alkanal mempunyai sifat adisi.
c.         Alkanal mempunyai sifat mereduksi.
d.         Atom oksigen pada alkanal dapat diganti dengan atom atau gugus lain.
e.         Alkanal dapat mengadakan polimerisasi.
f.          Alknal rendah bila dipanaskan dengan basa pekat  dapat membentuk reaksi Cannizaro.(Pusdikankes, 2007)
Dalam sistem IUPAC, nama keton diturunkan dari nama hidrokarbon yang sesuai, yang mempunyai rantai terpanjang dan mengandung gugus  karbonil dengan mengganti akhiran a dengan on. Karena gugus karbonil pada keton tidak terletak di ujung rantai, maka harus diberi nomor serendah mungkin. (Usman, 1992)
Nama umum dari keton adalah alkil-alkil keton. Kata alkil-alkil menunjukkan kedua gugus alkil tersebut terikat pada gugus karbonil. Beberapa keton mempunyai nama umum yang khas. (Usman, 1992)
Gugus karbonil pada aldehid dan keton bersifat polar dan karenanya dapat terikat atau larut oleh air, namun dilain sisi gugus alkil (R) bersifat non polar (anti air), jadi semakin besarnya gugus alkilnya maka semakin sulit larut dalam air. (Andi Aladin, 2010)
Sifat-sifat keton :
a.         Alkanon suku rendah dapat berbentuk cairan tak berwarna dapat larut dalam air, suku-suku rendah berbentuk cairan yang tidak larutr dalam air, sedangkan suku tinggi berbentuk zat padat.
b.         Seperti pada alkanal, alkanon juga mempunyai sifat mengadisi.
c.         Alkanon tidak dapat berpolimerisasi.
d.         Alkanon tidak dapat mereduksi peraksi fehling, tollens, dan nessler. Tidak dapat membentuk reaksi Cannizaro. (Pusdikankes, 2007,).
Suatu cara yang sederhana untuk membedakan aldehid dan keton adalah berdasarkan reaksi oksidasi-reduksi. Keton tidak mudah dioksidasi (bukan tidak mungkin) tetapi aldehid dapat dengan mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat. Ahampir semua reagensia apa saja yang mengoksidasi suatu alkohol juga mengoksidasi aldehid. (Anonim, 2011)
B.     Uraian Bahan
1.     Aseton  (DITJEN POM. 1979. Hal : 655)
Nama resmi                 :      ACETUM
RM/BM                         :      (CH3)2CO/58,00
Pemerian                     :      Cairan Jernih tidak berwarna, mudah menguap, bau khas, mudah terbakar
Kelarutan                     :      Dapat bercampur demean air, etanol 95%, ester, kloroform membentuk larutan jenuh
Titik didih                     :      Antar 55.5 % Dan 57 %
Kegunaan                   :      Sebagai sampel
2.     Kalium Permanganat (DITJEN POM. 1979. Hal : 330)
Nama bresmi               :      KALIUM PERMANGANAS
Nama lain                    :      Kalium Permanganat
RM/BM                         :      KMnO4/158.03
Kandungan                 :      99% KMnO4
Pemerian                     :      Hablur mengkilap, ungu tua atau hampir  hitam, tidak berbau, rasa manis
Penyimpanan             :      dalam wadah tertutup baik
Kelarutan                     :      Larut dalam 16 bagian air, mudah larut dalam air mendidih
Kegunaan                   :      Sebagai peraksi indicator
Khasiat                         :      Antiseptikum eksteren
3.     Perak nitrat (DITJEN POM. 1979. Hal :97)
Nama resmi                 :      ARGENTI NITRAS
RM/BM                         :      AgNO3/169.87
Pemerian                     :      Hablur transparan atau serbuk hablur berwarna putih, tidak bau, menjadi gelap jika terkena cahaya
Kelarutan                     :      Sangat mudah larut dalam air, larut dalam etanol 95%
Penyimpanan             :      Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan                   :      Sebagai pereaksi pembuat tollens
Khasiat                         :      Antiseptikum ekstern, kaostikum.
4.     Amonia (DITJEN POM. 1979. Hal : 86)
Nama resmi                 :      AMMONIA
Rumus molekul          :      NH4OH
Berat molekul              :      35.05
Kandungan                 :      tidak kurang dari 27% Dan tidak lebih dari 30% NH3
Pemerian                     :      Cairan Jernih, tidak berwarna, bau khas menusuk kuat
Kelarutan                     :      Mudah larut dalam air
Kegunaan                   :      Sebagai sampel
5.     Aquadest (DITJEN POM. 1979. Hal : 96)
Nama resmi                 :      AQUA DESTILLATA
Kandungan                 :      Air suling
Rumus molekul          :      H2O
Berat molekul              :      18.02
Pemerian                     :      Cairan Jernih tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
Penyimpanan             :      Dalam wadah tertutp
Kegunaan                   :      Sebagai pelarut
6.     Fehling (Ditjen POM.1995. Hal : 692)
Fehling A                     :      CuSO4 dalam H2SO4
Fehling B                     :      Kalium Natrium Tartrat dalam NaOH
Penyimpanan             :      Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan                   :      Sebagai pereaksi
C.    Prosedur Kerja (Anonim,2011)
A.     Pengamatan Langsung
1.      Siapkan 2 buah tabung reaksi
2.      Tabung reaksi (1) diisi dengan 0.5 ml formaldehid dan tabung (2) dengan 0.5 ml aseton
3.      Perhatikan warna dan baunya
4.      Kemudian tambahkan setetes demi setetes air dan kocok (10 tetes ).
5.      Catat pengamatan saudara (larutan jangan dibuang)
B.     Dengan KMnO4 0.1 N
1.      Ambil larutan A di atas
2.      Tiap tabung tambah 1-2 tetes KMnO4 0.1 N
3.      Perhatikan warna KMnO4 0.1 N tersebut
4.      Catat pengamatan saudara


C.    Dengan AgNO3 0.1 N dan NH4OH 0.5 N
1.      Siapkan 2 buah tabung reaksi
2.      Masing-masing diisi dengan 1 ml AgNO3 0.1 N
3.      Tambahkan setetes demi setetes NH4OH 0.5 N sampai endapan terbentuk larut kembali (NH4OH berlebih + pereaksi Tollens, cermin perak).
4.      Kedalam tabung (1) tambahkan 0.5 ml formaldehid dan tabung (2) dengan 0.5 aseton.
5.      panaskan beberapa menit diatas penangas air
6.      perhatikan dan catat pengamatan saudara.
D.    Dengan Fehling A dan Fehling B
1.      Siapkan 2 buah tabung reaksi
2.      Masing-masing tabung diisi dengan 1 ml Fehling A dan B.
3.      Ke dalam tabung (1) tambahkan 0.5 formaldehid dan tabung (2) dengan 0.5 aseton, kocok.
4.      Panaskan beberapa menit di atas penangas air.
5.      Perhatikan perubahan yang terjadi dan catat pengamatan saudara.





BAB III
KAJIAN PRAKTIKUM
A.     Alat yang dipakai
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah botol semprot, bunsen, rak tabung, tabung reaksi, pipet skala, pipet tetes.
B.     Bahan yang dipakai
Dalam praktikum bahan yang digunakan adalah aldehid (formaldehid), keton (aseton), KmnO4 0,1N, AgNO3 0,2 N, NH4OH 0,5 N dan perekasi fehing (A dan B ).
C.    Cara Kerja
A.     Percobaan Pertama
Pertama-tama disiapkan 2 buah tabung reaksi. Pada tabung reaksi (1) diisi dengan 0,5 ml formaldehid, dan pada tabung reaksi (2) diisi dengan 0,5 ml keton. Setelah itu, diperhatikan bau dan warnanya pada  masing-masing tabung reaksi. Kemudian ditambahkan air setetes demi setetes sebanyak 10 tetes dan dikocok. Setelah itu, dicatat perubahan yang terjadi dan larutan jangan dibuang.
B.      Percobaan Kedua
Diambil larutan pada percobaan pertama, pada tiap tabung ditambah 3 tetes KmnO4 0,1 M kemudian diperhatikan warna yang terjadi setelah ditambahkan dengan KmnO4. Setelah itu, dicatat perubahan yang terjadi.
C.    Percobaan Ketiga
Pertama-tama disiapkan 2 buah tabung reaksi. Pada Masing-masing tabung reaksi diisi dengan 1 ml AgNO3 0.1 N. Kemudian ditambahkan setetes demi setetes NH4OH 0.5 N sampai endapan terbentuk larut kembali (NH4OH berlebih + pereaksi Tollens, cermin perak). Pada tabung reaksi (1) ditambahkan 0.5 ml formaldehid dan pada tabung reaksi (2) ditambahkan 0,5 aseton. Setelah itu, dipanaskan beberapa menit diatas penangas air, kemudian diperhatikan dan dicatat perubahan yang terjadi.
D.    Percobaan Keempat
Pertama-tama disiapkan 2 buah tabung reaksi. Pada masing-masing tabung diisi dengan 1 ml Fehling A dan B. Kemudian pada tabung reaksi (1) ditambahkan 0.5 formaldehid dan pada tabung reaksi (2) ditambahkan dengan 0.5 aseton, dan dikocok. Setelah itu, dipanaskan beberapa menit di atas penangas air. Dan diperhatikan perubahan yang terjadi kemudian dicatat.





BAB IV
KAJIAN HASIL PRAKTIKUM
A.     Tabel Hasil Pengamatan
1.  Pengamatan bau,warna dan kelarutan
Zat
Warna
Bau
Kelarutan dalam air
Formaldehid

Aseton
Sebelum:keruh
Sesudah:bening
Sebelum:Bening
Sesudah:keruh
Wangi

Menyengat
Larut
            
Tidak larut

2.  Dengan KMn04 0,1 N
Zat
Perubahan Warna KMn04
Formaldehid
         

Aseton
   Sebelum : Warna ungu 
   Sesudah :  hitam kecoklatan
                         coklat tua
   sebelum : warna ungu
   Sesudah: Ungu kehitaman
  

    



3.  Dengan AgNO3  dan NH4OH
Zat
Pereaksi Tollens
       Formaldehid
         Aseton
         Terdapat cermin perak
         Warna coklat

  1. Dengan Fehling A dan Fehling B.
Zat
Pereaksi Fehling
Formaldehid
             Aseton
 Larutan biru tua               coklat   
Larutan biru tua            larutan biru      pekat

B.     Reaksi
1.     Pengamatan kelarutan








 


      Formaldehid                                                 Metanol










 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             
           Aseton                                                    Propanol
2.     Dengan KMnO4
                                                                                                                                                  3                      + MnO4- + 2H+                         3                                + 2MnO2  + H2O
Aldehid                                                                Asam Metanoat
                                                                                                                                                                       +      KMnO4                                  
Aseton
3.     Dengan Tollens
                             
                            + 2Ag(NH3)2 + 2OH-           2Ag↓ + 4NH3 + H2O +                         
                                                                          Cermin Perak


4.     Dengan Fehling



                     + 2 Cu2+ + 5 OH-             Cu2O↓ + 3 H2O +


C.    Pembahasan














BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Berdasarkan data pengamatan, dapat disimpulkan bahwa :
1.     Formaldehid sebelum ditambahkan 10 tetes air, memiliki warna keruh. Tetapi setelah ditambahkan 10 tetes air larutan tersebut berubah menjadi warna bening. Selain itu, formaldehid memiliki bau yang wangi dan mudah larut dalam air.
2.     Keton sebelum ditambahkan 10 tetes air memiliki warna bening. Tetapi setelah ditambahkan 10 tetes air, larutan tersebut berubah menjadi keruh. Selain itu, keton memiliki bau yang menyengat dan tidak larut dalam air.
3.     Formaldehid sebelum ditambahkan KmnO4 berwarna ungu. Setelah ditambahkan KmnO4 warnanya berubah menjadi hitam kecoklatan atau terjadi    coklat tua.
4.     Keton sebelum ditambahkan KmnO4 berwarna ungu. Setelah ditambahkan KmnO4 warnanya berubah menjadi ungu kehitaman.
5.     Formaldehid jika ditambahkan pereaksi tollens menghasilkan cermin perak.
6.     Keton jika ditambahkan pereaksi tollens warnanya menjadi coklat.
7.     Formaldehid jika ditambahkan pereaksi fehling akan menghasilkan larutan biru tua menjadi endapan coklat.
8.     Aseton jika ditambahkan pereaksi fehling akan menghasilkan larutan biru tua menjadi larutan biru pekat.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards