Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 15 Oktober 2011

pemeliharaan dan penggunaan hewan coba


PEMELIHARAAN DAN PENGGUNAAN HEWAN COBA

Karakteristik Hewan Coba Mencit dan Kelinci
Mencit liar atau mencit rumah adalah hewan semarga dengan mencit laboiratorium. Hewan tersebut tersebar du seluruh dunia dan sering ditemukan di dekat atau di dalam gedung dan rumah yang dihuni manusia. Mencit juga dapat ditemukan banyak ditemukan didaerah lain yang tidak dekat dengan manusia, asal ada makanan dan tmpat berlindung. Semua galur mencit laboratorium yang ada pada waktu ini merupakan turunan dari mencit liar sesudah melalui peternakan selektif.
Adapun karakteristik dari mencit yaitu bulu mencit liar berwarna keabu-abuan, dan warna perut sedikit lebih pucat. Mata berwarna hitam dan kulit berpigmen. Berat badan bervariasi, tetapi umumnya pada 4 minggu berat badab mencapai 18-20 gram. Mencit liar dewasa dapat mencapai 30-40 gram pada umur 6 bulan atau lebih. Mencit liar makan segala makanan (omnivorus), dan mau coba makan apapun penganan yang tersedia bahkan bahan yang tidak bias di makan. Akan tetapi bahan-bhan yang tidak bias di makan akan dicicipi dahulu dan hanya akan kembali makan lagi jika ada akibat-akibat buruk setelah mencicipinya. Mencit liar dapat masuk lubang yang sangat kecil, liang di dinding dan celah-celah pada atap. Hewan ini dapat berjalan amat jauh dalam pipa yang mempunyai gari tengah sebesar 2,5 cm, dan dengan mudah dapat memanjat dinding batu bata. Meskipun mencit l;iat lebih suka suhu lingkungan tinggi, mencit liar dapat hidup terus dalam suhi rendah.
Selain mencit, kelinci juga dapat dijadikan sebagai hewan coba. Adapun karakteristik dari kelinci yaitu kelinci mempunyai kemampuan untuk hidup dalam habitat sangat berbeda yang bervariasi mulai dari padang pasir hingga daerah subtropics. Akan tetapi, kelinci  berkembang bauk paling baik di daerah beriklim sedang. Biasanya, kelinci liar tinggal dalam lubang-lubang dalam tanah.kelinci mempunyai tabiat menarik sekali dan juga sangat penting, yaitu makan tinjanya (coprophagy). Kelinci mengeluarkan dua mavam tinja. Pada siang hari, butir tinja keras dan kering. Akan tetapi pada malam hari tinja lembek dan berlendir.
Pemeliharaan Kandang Hewan
Mencit laboratorium dapat dikandangkan dalam kotak sebesar kotak sepatu. Kotak dapat dibuat dari berbagai mavam bahan, misalnya plastic, aluminium atau baja tahan karat. Kandang-kandang mencit dapat ditempatkan dikandang yang mempunyai dinding dan lantai dari kawat. Prinsip dasar yang perlu dicamkan kalau memilih kotak mencit ialah bahwa kotak harus mudah dibersihkan dan disterilkan. Kotak mencit harus tahan lama, tahan digigit dan mencit tidak dapat lepas. Biasanya kotak yang  dibuat dari plastic polivinil klorida (PVC) tidak begitu memuaskan karena plastic ini lunak dan dapat dikerta oleh mencit. Plastic ini juga sukar disterilkan karena tidak begitu tahan panas.
Penting sekali tersedia alas tidur (bedding) dengan kualitas bagus dan bersih. Alas tidur harus tidak begitu menarik mencit binatang lainnya, misalnya kutu. Selanjutnya, alas tidur harus dapat menghisap air dan tidak mengandung zat-zat yang dapat mengganggub penelitian. Alas tidur harus diganti sesering mungkin. Dalam praktek, kalau tercium ammonia dari kotak mencit, maka alas tidur perlu diganti. Makin banyak mencit dalam tiap kotak, makin cepat berbau. Tetapi meskipun lambat berbau, alas tidur harus diganti sekurang-kurangnya satu kali tiap  minggu. Selama musim hujan, pada waktu kelembapan udara tinggi, alas tidur cepat basah, sehingga harus lebih sering diganti, mungkin dua sampai tiga tiap minggu.
Pada umumnya, gedung kelinci laboratorium mempunyai persyaratan sederhana yang meliputi kebersihan, hewan terlindungi dari angin, hujan, dan cahaya matahari langsung danm lama, dan memperoleh cahaya cukup dan udara segar. System mengandangkan kelinci sedikit berbeda dengan system pada mencit, tikus dan marmot, itu biasanya hanya seekor kelinci dalam satu kandang. Gedung untuk kelinci tidak perlu mempunyai standar sama dengan gedung hewan percobaan lain kecuali kalau perlu perlindungan terhadap suhu tinggi. Namun, kalau dipakai kandang dengan lantai luas diperlukan gedung dengan kualitas sama dengan gedung hewan percobaan lain tersebut.
System perkandangan yang cocok din pakai di daerah pegunungan, didaerah tropis, misalnya 500-1000 meter diatas permukaan laut. Kandang semacam ini dapat dibuta dari kayu dan bamboo. Atap kandang harus tahan hujan, dinding dibuat dari papan kayu dan mempunyai celah, lantai terdiri atas bilah bamboo supaya tinja dapat jatuh. Kandang tidak perlu diletakkan dalam gedung, tetapi system ini dapat dipakai di dalam gedung di daerah sedikit lebih panas.
Makanan dan Minuman Hewan Coba
Persiapan dalam menyediakan makanan mencit yang lengkap termasuk memperhatikan kira-kira 50 komponen penting. Persiapan ioni meliputi membuat resep dan membuat makanan sehingga mengandung komponen-komponen dengan kadar yang diperlukan dengan mempertimbangkan factor-faktor lain yang ada hubungannya denga kualitas makanan. Factor-falktor yang mempunyai pengaruh terhadap kualitas makanan termasduk apakah bahan makanan mudah dicerna, enak dan mencit mau makan, cara menyiapkan dan menyimpan makana serta konsentrasi zat kimia atau bahkan kuman pencemar.
Pada umunya, makanan mencit  dengan kualitas tetap harus tersedia, sebab perubahan kualitasa dapat menyebabkan penurunan berat badan dan tenaga. Akan tetapi, bahan dasar makanan mencit dapat sedikit bervariasi misanya dengan susunan sebagai berikut : protein, 20-25%; lemak, 10-12%; pati, 45-55%; serat kasar, 4% atau kurang; dan abu, 5-6%. Selanjutnya, makanan mencit harsu berisi vitamin A (15.000-20.000 IU/kg); vitamin D (5000 IU/kg); al;fa tokofenol (50 mg/kg); asam linoleat (5-10 g/kg); timin (15-20 mg/kg); riboplavi (8 mg/kg); pantotenat (20 mg/kg); viotamin B12 (30 UG/kg); biotin (80-200 UG/kg); piridoksin (5 mg/kg); intisol (10-1000 mg/kg); dan kolin (20 h/kg). tiap hari, seekor mencit dewasa makan 3 g – 5 g makanan. Kalau mencit sedang bunting ataun menyusui, nafsu makannya bertambah.
Seperti untuik semua jenis hewan percobaan lain, kualitas makanan kelinci merupakan factor penting yang mempengaruhi kamampuan kilinci dalam mencapai kemampuan genetic untuk pertumbuhan, pembiuakan, panjangan umur maupun reaksi terhadap perlakuan dan lain-lain.
Pada dasarnya, makanan kelinci tidak banyak berbeda dengan makanan marmot. Yang pasti, kelinci tidak memer;lukan vitamiun C dan serat kasar secara khusus seperti marmot, tetapi karena bahan ini biasanya diberikan kepada marmot dfalam bentuk suplemen, resep rangsum kelinci biasanya sama dengan resep rangsum marmot, dan cara pembuatannyajuga sama. Bahan penyusun makanan kelinci dapat sedikit bervariasi, misalnya terdiri dari protein 16 – 20 %, lemak, 5 – 10 %; pati, 40 – 5-b %; seta kasar, 10 – 20 %; dan abu, 5 %. Selanjutnya makanan kelinci harus berisi vitamin A (9000 IU/kg); niasin (1 -2 vgr/kg), asam nikotinal (50 mh/kg) Dn kolion (mg/kg). tiap hari seekor kelinci dewasa makan 75 g sampai 100 g makanan.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards